Saturday, July 20, 2013

Satu Perempuan Dua Cinta

1374226891999954858
Gambar Ilustrasi dari : indie-handmade.blogspot.com -


Tedja Pranata….  
Selalu saja  nyeri hati ini tiap kali aku ucapkan nama itu,  malam itu semua begitu jelas aku lihat,  dia bercumbu begitu panas didepan mataku, dia dipuncak hasratnya. aku berdiri mematung tak mampu bergerak, beranjak sedikitpun tidak, suaraku tersekat di kerongkongan tak mampu keluar, roh dan jiwaku seakan meninggalkan raga yang membatu. Entah berapa detik aku tak mampu melakukan apapun, sampai roh dan jiwa ini kembali pada ragaku. Aku putar tubuhku… tanpa teriakan, tanpa tangisan, aku berlari sekuatku, secepat aku mampu! Tedja…  tak mampu mengejarku, bagaimana bisa? jika sehelai benangpun tak ada di tubuhnya. Gemetar aku nyalakan mesin motorku pulang… pulang… segera pulang… hanya itu yang aku pikir.
♥♥♥♥♥♥♥♥


Aku Lembayung Putri Baskoro, gadis limbung yang dihianati cinta, dua minggu sudah peristiwa itu berlalu, tapi lukanya masih terlalu basah. Acap kali Tedja menelponku, hatiku bertambah perih. Bagaimana mungkin dia katakan ini cinta, bagaimana mungkin dia ucapkan maaf, bagaimana mungkin dia bisa katakan dia normal semua hanya khilaf, bila yang dipeluk Antony! Antony lelaki yang aku kenal sebagai asisten pribadi lelakiku! bagaimana mungkin ????!!!!!
Rasaku berbaur tak jelas, ledakan kemarahan, indahnya kenangan bersama Tedja, hangatnya pelukannya, kecewaku, sakitku, semua menciptakan rasa yang makin perih. Bagaimana dengan gaun pengantin putih yg sudah kami pilih bersama ?? aku gontai, rapuh seperti kaca retak yang tinggal tunggu Praaang! dan pecah !

♥♥♥♥♥♥♥♥

Willy…. ya.. dia muncul saat aku berada di titik terendahku, saat aku hanya bisa menggorek sisa-sisa kenanganku bersama Tedja dengan luka yg tak pernah sembuh, Tedja tak pernah mengijinkanku benar-benar lepas dari hidupnya, dia tetap menjadi bayangan dalam hari-hariku, sosoknya mencengkeram setiap hembusan napasku, sakit… nyeri dan berdarah. Willy menawarkan bahunya untuk tempatku menangis, dia siapkan telinganya untuk mendengar keluhku, dia tawarkan hatinya untuk tempatku lari berteduh saat jiwaku lelah. tanpa aku sadari dia tempat pelarianku yang nyaman.

Tanpa bantahan, tanpa banyak pertanyaan aku sambut setiap sikap lembutnya, ku sambut saat dia berusaha menyentuh hatiku, aku ijinkan dia saat dia berusaha menggelitik gejolak nafsuku, asal itu hanya sebatas angan hanya sebatas hayal nakal. ku pikir, ini caraku untuk tenang, biarpun hanya kamuflase belaka. ini cara caraku sembuhkan luka.

Kenapa tidak??? toh aku tidak pernah meminta terlalu jauh… begitu saja dia serahkan hatinya… entahlah apa benar ini hatinya atau akupun tempat berlari baginya hanya Tuhan  yang tahu. yang pasti willy memiliki kekasih jauh sebelum dia masuk dalam hidupku. Claudia nama gadis itu, tapi aku sendiri tak tahu bagaimana paras ayu yg memikat hati willy. aku tak pernah bertemu dia. menurut Willy.. mereka terikat komitmen baru 4 bulan terakhir ini.

sejak aku disamping willy… aku  tahu dia mulai gontai, perhatian dan waktunya lebih padaku. claudia semakin tergeser. setiap kali aku tanya,  dia selalu menjawab ; “kau yang membuatku gontai” dan aku hanya tersenyum. Sampai sore itu… dia datang padaku dan berbisik ‘ aku putus dengan claudia dan itu untukmu cinta….’ entah, entah apa yang kurasakan sore itu, yang aku tahu aku butuh Willy, yang aku tahu aku tak ingin kehilangan Willy saat ini, egoku meringis gamang saat itu.

Duuuuh Gusti…. rasa apalagi ini??  mendadak aku bingung, aku harus bagaimana?? haruskah aku merasa bahagia, karena aku ratu tunggal di hatinya?? atau aku harus Iba dengan Claudia, Gadis yang tak pernah kukenal,  sisi wanitaku bisa merasakan bagaimana sakitnya hati gadis itu, aku memang selalu menanti hadirnya Willy disisiku, tanpa aku sadari dia sudah menjadi candu bagiku, tapi apa ini cinta? entah... aku belum mampu mengeja hatiku, karena dibilik Tedja masih menjadi bayangan yang tak pernah menghilang, bayangan kepahitan ataukah cinta… aku juga tak mengerti, entahlah! aku masih ragu memiliki Willy tetapi juga enggan kehilangan hadirnya.

“Aku akan sabar menunggumu sayang, sampai kau benar-benar lepaskan Tedja, untuk sekarang aku tak keberatan tetap ada Tedja dihidupmu”

kau berbisik, dan membuyarkan lamunanku…. aaaahh… aku tersesat di labirin yg aku bangun  sendiri. jangan pergi will… tunggu aku puas bermain dengan duniaku. saat aku lelah mungkin aku akan memilihmu…” serigai hatiku… karena aku memang terlahir egois!!!”

Andai aku mampu mencintai tanpa harus takut kehilangan…
Andai aku mampu mencintai tanpa takut luka.. 
Andai aku bukan perempuan yang terikat norma dan etika
Sudah pasti ku boyong dua laki-laki ini di istana hatiku.
Andai-andai-andai-andai…

♥♥♥♥♥♥♥♥
Salam Cinta: Jingga perempuan Desa Rangkat
Klik Logo Kami 
1330081616427711249
Desa Rangkat adalah komunitas yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat dalam dunia tulis menulis fiksi. Jika berkenan silahkan berkunjung, berkenalan, dan bermain peran dan fiksi bersama kami di Desa Rangkat

2 comments:

Wuah, dilema antara Tedjo atau Willy. Ceritanya bagus mbak Jingga :)

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More