Thursday, August 7, 2014

Catatan Bunda :)


Catatan Bunda Enggar :)

Ndhuuukkk .....
Nggak ada kata-kata yang bisa bund tuliskan di hari jadimu kali ini.
Satu yang membuat bund selalu terharu, rasa sayangmu pada bund. Yaa, sayang yang benar-benar nyata adanya.

Rasa sayang yang tidak terbatas hanya di dunia maya, tetapi itu meluber hingga ke dunia nyata juga.
Bund selalu ingat bagaimana senangnya bila kau dipanggil --ndhuk-- panggilan yang sebenarnya 'sudah tak layak' lagi disematkan di depan namamu.
Menurut bund, panggilan itu 'hanya' untuk bocah perempuan kecil bau kencur, yang menggendong senik (tenggok) -- bakul terbuat dari bambu berukuran kecil kemana-mana sambil membawa payung mungil berwarna-warni. Berbagai alat masak, dompet, sisir, cermin dan benda-benda lain berukuran mini, juga beberapa alat rias yang dicomot dari meja ibunya tergolek tak beraturan di dalamnya.
Membayangkannya saja sudah membuat bund terkekeh, geli.

Tapi itulah dirimu Jingga Rangkat.......
Kau masih menyimpan kemanjaan masa kecil yang kau tenteng kemana-mana. Kemanjaan yang membuat bund serasa menjadi ibumu yang sesungguhnya.

Selamat berulang tahun ya ndhuk, semoga Allah menyegerakan permohonan dalam doa-doa yang kau panjatkan. Bund tahu, Karunia-Nya akan datang pada waktu yang tepat, dengan takaran yang pas dan tentu saja penuh hikmah.
Tetaplah memohon pada-Nya, memasrahkan seluruh jalan hidupmu pada ketentuan-Nya.
Peluk sayang bund untukmu, untuk kesehatanmu, untuk kebahagiaanmu....


 Catatan yang Terlambat : Bunda Yety :)

Apa yang harus bunda tulis untukmu hari ini? Dirimu terlalu unik bila harus dirangkai dalam diksi bunda yang terlalu terbatas dan sangat sederhana. Bertemu denganmu pertama kali betul betul kejutan besar untuk bunda. Jabat hangatmu saat bertemu serta peluk eratmu ketika kita akan berpisah, sangat mengesankan buat bunda. Semakin mengesankan lagi saat dirimu bercerita ttg kisah dudulmu  ketinggalan pesawat karena tertidur.

Jingga oh jingga....Bunda semakin merasa dekat denganmu saat kau berkisah ttg pengalaman hidupu yg bikin jantung bunda bukan lagi berdetak tetapi berdentum dengan kerasnya. Bunda juga merasa berarti buatmu saat kau menjadikan bunda salah satu tempatmu berkesah...

Jingga... Salah satu napas desa... Yg selalu penuh perhatian. Tak ada ultah warga yg terlewat dari perhatianmu, jika pun ada tentu karena alasan yg sangat masuk akal dan yg pasti bukan karena kau tidak peduli. Ini yg bunda tak mampu lakukan.

Jingga happy b'day, ya... Kecintaan dan kepedulianmu pada sesama membuat dirimu selalu dicintai dan dirindui...




0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More