Sunday, March 17, 2013

Aku Pelacur Yang Sedang Jatuh Cinta

Image >> majuteruslah.blogspot.com


Apakah kau tau aku  sangkali rasa yang mulai tumbuh dalam hati? Kecil.. Ya.. Ya.. Kamu seperti bunga kecil yang tumbuh liar dalam jiwa.
Aku tak pernah inginkan ini. Bahkan aku haramkan lidah-lidah hatiku mengecapnya. Tapi geliat dan getarnya tak mampu aku tolak.
Hangat.. Rasa hangat setiap ada disisimu.. Tak dapat aku tolak bahkan riaknya menjadi candu dalam tiap tarikan napasku.
Aku tau kau  laki-laki matang dengan semua bejadnya warna-warni dunia.
Aku sebut dia lelaki bergelang malam.


Taukah kau,  jantungku berdetak tak beraturan saat mata elangmu menatap padaku.
Bahkan saat mata elangmu binal telanjangi dadaku…
Aku merasa ingin memelukmu…

Aaah…. Aku perempuan matang usia. Tak mampu kendalikan detak-detak rindu.
Sudah puluhan raga telanjangi malamku.
Entah berapa peluh manusia, menyatu dengan peluhku.
Tapi rinduku terpaku dalam raga bekumu.
Kau lelaki bergelang malam yang beku..

Entah karena dunia terlalu menyayat jiwamu atau karena kau sudah muak dengan manisnya kata cinta.

Yang aku tau, jiwamu gamang,
Takutmu membuncah dalam retakan-retakan peristiwa..
Irama jiwamu tenggelam dalam kepingan-kepingan tanpa bentuk.
Tipuan diri menjadi jubahmu…
Dusta menjadi kasutmu…

Ho.. Ho.. Ho… Aku bukan perempuan lugu yang tak pernah tau dunia.
Aku tau semuanya.. Hanya aku mengatur irama kataku untuk bungkam.

Hai.. Kamu lelaki bergelang malam..
Tak lelahkah jiwamu mengembara..
Mengembara dari satu dusta ke dusta yang lain.
Dunia ini memang sebuah panggung opera yang layak kita mainkan..
Hanya tidakkah jiwamu lelah dengan seribu dusta??
Karena aku tau, dibalik dusta yang kau mainkan… Ada ketakutan yang kau simpan.

Mari sayangku…
Peluk dunia dengan senyum dihatimu…
Hanya dengan lepas seribu topeng diri, kau akan nikmati titik nadir ketenangan.

Tak perlu gemerlap cerita kau paparkan..
Karena aku tak butuh semuanya.
Yang aku mau hanya sebuah pelukan hati tanpa topeng.
Yaa… Tanpa topeng-topeng yang kau mainkan tak sempurna.


Kau bangsat aku bajingan sayangku…
Mengapa kau tak pernah sadari itu??


Untukmu yang kusebut lelaki bergelang malam.
Yang menggulung waktu dalam pelukan bintang
Tidak lelahkah dirimu menantang angin??
Atau kau sedang cumbui pucuk-pucuk daun hijau berembun.
Hanya sandarkan jiwamu pada satu keajaiban kasih…
KasihNYA dan kasihnya


Untukmu lelaki bergelang malam
Peluk sayang dalam kesederhanaan cinta Pelacur aksara.
Salam Cinta : Jingga


0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More