Sunday, March 24, 2013

Dua Bidadari Binal [18++]



 Kolaborasi Langit-Jingga

Adalah Cinta. Cinta yang kata orang tak bermata. Cinta yang terkadang membuat dua orang bersahabat saling meluka.Langit dan Jingga. Sahabat sejiwa. Mencintai lelaki yang sama. Lelaki  dengan pesona sang purnama.
Tatapan mata dua perempuan ini mengandung kebencian. Kebencian yang mereka pendam dalam diam. Hingga salah satunya mengeluarkan suara yang awalnya pelan.
Jingga…
Bukankah kau tau dia itu lelakiku?
Lelaki yang sering ku ceritakan padamu?
Bukankah kau tau dia milikku?
Mengapa kau merebutnya dariku?

Hahahahhahaa dasar bodoh!!
Mengapa cinta membuatmu buta?
Langit? Namamu terlalu tinggi tak terjangkau tangan meraih.
Sayang hatimu brundul! Dudul!
Harusnya kau tau irama jiwaku sahabat!
Mimpi terliarku adalah bulu-bulu halus didadanya
Aroma tubuhnya mainkan setiap gelinjang malamku!
Peduli setan denganmu perempuan bodoh!!

Kau jalang!
Bisamu mengambil milik orang!
Gelinjang ? Bulu halus?
Cuih!
Kau hanya bermpimpi Jingga!
Lebih dari seribu malam ia berada dalam dekapan dadaku!
Dalam malam-malam panas yang tak pernah kau tau!
Wanita pengkhayal!
Kubur mimpi liarmu!


Mimpi???
Hai perempuan! Kau boleh saja lacuri malammu dengan imajinasi gilamu!
Puaskan hasratmu dengan seribu gelinjang dalam buai malam…
Hahaahahah kau tidak pernah tau, aku candu bagi ego lelakinya!
Aku perempuan dengan seribu keliaran, malam kami adalah malam brutal!
Dia bukan lelaki  yang hanya memuja romatisme biasa,
MUAK! Dia muak dengan semua yang terlalu biasa!
aku serigala jalang yang kuasai hasratnya!
Taukah kau, dia budak bagi malam-malam laparku!
Dia anjing penjilat hasratku!
Kau boleh bangga dengan molekmu langit!
Tapi seribu liur-liur dari kerak kerakusan iblis adalah candunya! Dan itu AKU!!

Hahahahaah!
Jingga! Kau perempuan pengkhayal!
Apakah kau sadar kau sedang sakit jiwa!
Lelakiku sendiri yang mengatakanya!
Ia tak pernah sudi menyentuhmu!
Kau wanita gila!
Gila dalam khayalan-khayalan liarmu!
Muak?
Apakah kau sadar dengan kata-katamu?
Seribu malam ia memuji gelinjang liarku..
Seribu malam ia katakan muak dengan tingkah polahmu!
Kau perempuan yang selalu menggodanya…
Sayang sekali, ia tak pernah berhasrat menyentuhmu…
Kau sakit jiwa!
Ia sendiri yang mengatakanya!  

Langit bangkit dari tepi ranjang, meninggalkan Jingga yang tengah terlentang sambil memainkan asap rokok di depan bibirnya. Senyum sinis mengembang, menuju sebuah kursi di pojokan. Kursi yang berisi seorang lelaki tanpa busana. Mulut tertutup lakban berwarna hitam. Kedua tangannya terikat kencang pada kursi bagian belakang. Kedua kakinya menyatu, dengan ikatan yang sangat kencang.

“Bukankah begitu sayang yang telah kau katakan?”
Langit membisikan sebuah pertanyaan yang rupanya tak memerlukan jawaban. Ia membelai pipi  pria pemilik wajah seribu pesona. Mengelilingi sebuah kursi yang mengikatnya. Dengan senyum sinis yang mengembang.

Jingga bangkit dari ranjang, menuju sang lelaki yang kini tak berdaya, memainkan puntung rokok seperti ingin menyundut pipinya.

Hai lelaki! mengapa bungkam???
 Dimana sengatmu budak hasratku???
 Kau pecundang yang lapar hasrat!
 Anjing!! Kau anjing yang jilati tubuhku hampir setiap senja gauli bumi.
Sekujur ragaku basah oleh liurmu! Di mana suaramu lelaki biadab!!

Lelaki Bajingan!
Iblis jahanam!
Tempatmu yang pantas adalah di pembuangan!
Tubuh baumu akan menjadi santapan cacing kelaparan!
Kau terlalu busuk berada di hatiku
Kau terlalu busuk ketika menyentuh setiap lekuk tubuhku!
Hai bajingan!
Kau tak memilik daya sekarang!
Kau hanya lelaki haus akan gelinjang perempuan!
Kau seperi anjing kelaparan!

Jingga melemparkan puntung rokok ke muka sang lelaki pecundang itu, kemudian memeluk Langit dari belakang. Melucuti beberapa lembar pakaian yang menempel ditubuh molek langit. Sandiwara ini akan segera berakhir, dan pertunjukan yang baru akan segera di mulai.

“sayang, malam ini kau bunga egoku, peluk aku manis…” desah lirih Langit  ditelinga  Jingga.
Jingga mencium leher jenjang langit sepenuh hati, mereka saling pagut, saling belit dalam pesona dua bidadari binal, Hasrat birahi dan sejuta kemarahan menyatu, semakin menghantar sepasang perempuan liar pada inti  ternikmat dosa! Puncak nikmat terindah mereka raih dalam seribu erangan malam.  Sepasang sahabat itu bermain dalam satu episode cerita malam dalam keliaran iblis, sementara lelaki bungkam itu hanya mampu menumpuk geram dan gairah dalam sebatas pandang.



***********
Cinta?? Dimana kesejatian cinta sembunyikan aura mulianya??
Diakui atau tidak, dunia telah bersolek dusta, kau bisa mencibir dan teriakkan jalang pada kisah ini.
Hanya tinggalkan Tanya dalam nurani. Pecundangkah aku?? Mampukah cinta bersanding tanpa hasrat??  Hasrat dalam cinta terlalu indah untuk terberai… hanya dimana batas norma dan arti sebuah kehormatan kau tempatkan??  Salam cinta dari dua bidadari binal :)



0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More