Sunday, March 17, 2013

Dari Fafa untuk Angga


Aku ingin tuliskan sesuatu tentang kamu,
Tapi aku mati...
Aku mati setiap hari...
Mati dalam kata dan nada..
Senyap! Semua mendadak senyap..
Tanpa gaung...
Sementara kau meracik semua mimpimu...
Aku membeku disini...


Bukan!
Bukan aku mati rasa!
Jiwa Îηî haus pelukmu...
Raga Îηî rindukan setiap kecupmu..
Hanya setiap kata tentang kamu
Tak mampu ku susun...
Ingin..
Rindu..
Tuntut...
Kecup..
Peluk....
Aaahh.... Semua hanya potongan tak berwujud! 

Fafa » Angga..
Нɑhɑ• нɑhɑ• нɑhɑ• нɑhɑ•••
Haruskah ku syukuri prasasti kita semalam??

Kau pasti tak mengerti dengan bait-bait yang kususun...
Iramaku terlalu ambigu...
Hanya peluk aku sejenak sayang...
Setelahnya pastikan kau harus pergi... 

Karena aku tetap perempuan ling-lung
Rasaku sudah tak bernyawa
Tercekik dawai-dawai liar... 
Terhempas dalam kumparan kecewa..
Hangus terbakar ratusan hasrat tanpa hati..

Maafkan aku... 



0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More