Thursday, November 18, 2021

Cerita mistis Kotagede, Cerita Rumah Pocong Sumi

 



Nyai Sampur ingin berbagi cerita mistis tentang rumah pocong sumi di Kotagede Jogja. Sempat viral kisah rumah pocong sumi kotagede di berbagai cerita mistis baik di Televisi dan YouTube. Banyak konten yang membahas kisah mistis di balik  rumah tua yang sudah empat puluh tahun tidak berpenghuni. 

 

Apa benar seangker itu? Apakah benar sebegitu banyaknya arwah gentayangan rumah pocong sumi Kotagede? Disini saya akan bercerita menurut pengalaman pribadi  saya, menurut kapasitas mata batin yang mampu saya lihat. Mungkin akan banyak perbedaan antara satu pengunjung dengan yang lainnya.  Karena kapasitas masing masing orang  berbeda.

 

Begini, sebetulnya sudah lama saya berpikir untuk menjajal nyali ke rumah pocong Sumi Kotagede, karena banyaknya cerita mistis yang beredar, tetapi entah baru kali ini saya niatkan melangkah kesana.

 

Saat sampai di rumah pocong sumi Kotagede, ternyata pintu gerbang rumah tua itu tergembok, ada warung kecil tepat di depan rumah pocong sumi, saat itu saya bertanya kepada ibu pemilik warung bagaimana caranya bisa berkunjung ke rumah pocong sumi ini, ternyata harus menghubungi Pak Nono juru kunci rumah pocong sumi. Saat itu saya datang berdua dengan suami saya.

Saya katakan pada suami saya kita minum saja dulu disini, sambil dipikir lagi jadi masuk atau tidak.

Ternyata saat kami sedang menikmati segelas es jeruk manis, Pak Nono sang juru kunci datang dan membuka gerbang rumah pocong sumi Kotagede. Alhasil kami temui beliau untuk bisa berkunjung kesana.

 

Pak Nono cukup ramah dan bercerita sejarah rumah pocong sumi, sebetulnya rumah tua ini adalah bangunan bersejarah, bangunan ini berusia lebih dari satu abad. Sudah menjadi hal umum setiap bangunan kuno dikaitkan dengan aura mistis lalu menjelma menjadi rumah angker. Rumah tersebut sebenarnya milik saudagar batik yang kaya raya, dan salah satu anak dari saudagar batik itu sempat menjadi menteri agama era Soeharto yang kemudian rumah itu ditinggal dalam keadaan kosong sekitar 40 tahun. Bukan waktu yang singkat, dan layak menjadi rumah angker!  Akhirnya bangunan bersejarah itu menjadi salah satu cagar budaya dengan membawa atmosfir horror.   

 

kamar Mbah Putri



Lalu siapa sumi?? Bagaimana sosok pocong sumi? Begini menurut pengakuan pak Nono. Konon sumi adalah arwah korban perampokan, dia mati terbunuh ditangan gerombolan perampok yang datang kerumahnya. Bukan hanya di bunuh dan di rampok Sumi juga menjadi korban pemerkosaan! Konon katanya Sumi hanya tinggal beberapa bulan di rumah itu lalu menjadi korban pembunuhan.

 

Namun kabar yang beredar, masyarakat sekitar yang sudah lama tinggal disana juga tidak pernah tahu adanya penghuni bernama sumi dan pembunuhan disana, menurut masyarakat sekitar bisa jadi Sumi adalah mahluk gaib yang berwujud pocong lalu tinggal di rumah itu.  Tidak jarang pengunjung  kesurupan disana. Biasanya sosok pocong sumi muncul tiap matahari mulai ke barat. Sekitar sore hari hingga malam hari di teras rumah tersebut.

Bukan hanya pocong sumi yang ada disana, menurut pengakuan Pak Nono sang juru kunci, disana juga ada sosok yang disebut mbah putri, mbah putri ini adalah seorang sinden, dan menempati salah satu kamar di rumah pocong sumi. Sosok mbah putri dikenal cukup ramah dan suka saat dikunjungi. Tidak jarang pengunjung yang masuk ke kamar mbah putri bisa tertidur pulas atau bahkan terkadang mbah putri memberi nasehat pada pengunjung yang datang, tidak sedikit pula pengunjung yang sakit disembuhkan oleh mbah putri ini. Disini Pak Nono tidak menjelaskan siapa nama mbah putri ini.

 

Bangunan rumah pocong sumi ini terdiri dari tiga kamar, satu kamar di huni oleh sosok mbah purtri, satu kamar depan ditinggali oleh arwah perempuan korban kekerasan dan pemerkosaan juga, sosok ini berbaju putih dengan luka bopeng berborok dan berdarah di sebelah wajahnya. Untuk melihat kamar itu saya tidak bisa masuk melaui pintu tetapi mengintip melalui jendela kamar yang cukup lebar. Sedangkan satu kamar lagi benar benar terkunci rapat, Pak Nono sama sekali tidak mengijinkan siapapun membuka pintu kamar itu, karena mahluk gaib dikamar itu adalah sosok leak yang memiliki aura negatif dan liar.

 

Saat itu kami ngobrol di teras rumah Pocong sumi Kotagede, setelah bercerita sejarah rumah itu dan siapa siapa mahluk astral yang tinggal disana, kemudian Pak Nono menatap kami berdua bergantian. Lalu mengatakan ke arah saya, “Mbak, kalau mbaknya yang masuk saya yakin mbak kuat, saya juga yakin Mbah putri mau menemui mbaknya, mbak masuk saja kedalam, tapi harus masuk seorang diri. Nanti pintunya akan saya tutup. Mbak diam saja di dalam lima belas menit, nanti mbak akan rasakan kehadiran mbah putri”

 

“sendirian pak?? Apa ga bisa ditemani Pak Nono atau kita masuk bertiga saja”

“Tidak bisa mbak, mbak masuk saja. Saya yakin mbak kuat”

Setelah mempertimbangkan sebentar, akhirnya saya putuskan untuk masuk. Biarpun sejujurnya saya merinding takut juga!

 

Pintu utama rumah mulai dibuka kuncinya oleh pak Nono, begitu pintu utama dibuka langsung tercium bau ngap, bau jamur dan agak pesing khas rumah yang terlalu lama kosong. Saya melangkah masuk perlahan dengan sedikit ragu, begitu saya sudah di dalam, pak Nono menutup pintu utama lagi sembari memberi tahu, “saya tutup pintunya mbak, mbak buka pintu kamar sebelah kanan, masuk dan diam disana. Itu kamar mbah Putri”

Begitu saya melangkah masuk, ruangan itu terasa panas dan ngap, ragu saja melangkah hingga sampai tepat di depan kamar mbah Putri. Saya dorong pintunya perlahan, bulu kuduk saya mulai berdiri saat pintu sudah terbuka, ada aura yang benar benar beda disana! Kamar itu tanpa jendela sama sekali, harusnya kamar itu juga ngap dan panas, tetapi mengapa didalam sana dingin???

Saya cepat cepat keluar dari ruangan itu, menemui Pak Nono, saya takut!

Begitu melihat saya sudah berdiri di pintu keluar lagi, Pak Nono kembali menghampiri saya,

“Lho mbak kok keluar? Itu mbah Putri sudah nunggu mbaknya di dalam. Ayo masuk lagi, saya temani dulu, sudah ditunggu mbah Putri lho mbak”

Saya kembali masuk mengikuti langkah Pak Nono. Begitu pak Nono masuk ke kamar mbah Putri dan saya berdiri di samping pak Nono, ruangan itu mendadak berbau harum melati, wangi sekali! Dan anehnya saya begitu saja merasa sangat nyaman. Pak Nono yang sudah paham lalu meninggalkan saya seorang diri disana, diutup kembali kamar mbah putri dan dia keluar.

 

Saya merasa nyaman yang sangat nyaman, tidak ada ketakutan sama sekali, bahkan saya menikmati wangi melati yang sangat kuat harumnya itu. Bukan wangi melati fresh, ini bau minyak melati keraton yang dulu sering saya cium saat saya masih kecil, sering dipakai oleh mbah mbah jaman itu.

Perlahan sosok mbah putri mulai menampakkan diri, mbah putri ini kalau yang saya lihat tidak terlalu sepuh, beliau memakai kemben Jawa dengan berkalung ronce melati. Tatapan matanya kosong tanpa kehidupan tapi beliau tersenyum.

Disana beliau memberi banyak wejangan, yang bagi saya menohok banget, halus namun tepat dengan apa yang saya rasakan. Saya menangis lama di dalam kamar itu. Sampai saya kemudian keluar dari dalam kamar, menemui Pak Nono dan suami saya di depan.

 

Kamar perempuan bermuka berdarah



Pak Nono yang melihat saya menangis hanya tersenyum maklum, lalu menepuk pundak saya dan mengatakan “Mbah Putri suka sama mbaknya, mbak ayo saya lihatkan dibelakang rumah. Disana ada dua roh halus, yang satu jangn diajak bicara, abaikan saja, yang dibelakang itu None Belanda. Mbak boleh cerita cerita dengan dia, saya tunjukkan tempatnya nanti saya tinggal”

Saya mengikuti langkah pak Nono, begitu sampai disamping rumah saya melihat mahluk hitam besar, dengan kedua mata merah!

“Pak, itu ada genderuwo!” teriak saya.

“iya mbak. Itu yang saya bilang tadi, lewati saja jangan diajak bicara, monngo silahkan jalan terus kebelakang, disana none Belandanya”

Saya jalan sendirian terus masuk ke belakang rumah. Diam beberapa saat sendiri disana. Sampai hampir lima belas menit saya diam disana, tetapi none belanda itu tidak menampakkan diri sama sekali. Akhirnya saya kembali pada pak Nono.

 

“saya gak ketemu none Belandanya pak” ucap saya.

 

“sini mbak, saya lihatkan satu lagi, tapi mbak hanya bisa melihat dari jendela yang akan saya buka. Disana ada perempuan dengan wajah setengah bopeng dan banyak darah. Mbak bisa ajak dia bicara”

 

“nggak lha pak, kalau berdarah darah saya gak mau lihat. Ngeri!”

 

“lihat saja mbak, ga apa, perempuan itu pemalu, biasanya dia akan lihatkan diri hanya setengah badannya saja, yang berdarah dia tutup dengan rambutnya. Mbak tidak akan lihat darahnya, sini saya tunjukkan kamarnya”

 

Sayapun mau, penasaran juga sich! Biarpun ngeri juga! Saat saya melihat melalui jendela, kira kira 10 menit, ada sosok perempuan duduk diatas ranjang. Duduk hanya memperlihatkan punggungnya. Dengan rambut panjang sebahu. Dia tidak biacara apapun, hanya terdengar suara tangis kecil, ada aura kesedihan yang sangat dalam disana, saya masih menunggu dia bicara, tetapi hingga akhirnya saya meninggalkan jendela kamar itu, perempuan itu tetap saja diam.

Dan begitu saya turun dari bangku kayu yang saya pakai untuk mengintip dari jendela, mata saya reflek melihat ke teras depan kamar itu! Ya Tuhan, itu pocong! Pocong dengan wajah yang masih segar dan raut yang cantik.

“Pak Nono, itu sumi kah??” tanya saya.

“iya mbak, yang itu Sumi”

 

Rumah poong sumi Kotagede benar benar berpenghuni!

 

Salam damai semesta

No comments:

Post a Comment

Anda Gandrung Drakor? Orang Korea Itu Jatuh Cinta pada Negeriku!

  Hai pembaca, jumpa lagi dengan Nyai Sampur. Saat ini saya sedang tidak ingin bercerita hal mistis. Kita berbincang santai sambil ngopi, yu...