Tuesday, January 10, 2012

Catatan tentang Kakek




13206584661418397766 


Kakek... jingga tidak mengerti mengapa kakek begitu sayang jingga Jingga ingat.. Mommy yang beri tahu Jingga, ada Kakek cari jingga :) Awalnya jingga bingung, siapa yang mommy sebut Kakek.... Karena sebelumnya jingga sebut Kakek "Bapak" Jingga langsung ke ruang dimana mommy ceritakan... Tak mampu berkata-kata... saat kakek tuliskan "Dimana Jingga?? Kakek kangen Jingga....

" Kakek.... itu hanya 1 kalimat sederhana.... Mengalir dari hatimu... Indah!! saat jingga menjadi orang pertama yang kau ijinkan memanggilmu Kakek Kakek... dari sana dirimu menjadi Kakek buat semuanya... Dirimu menjadi Kakek untuk semua saudara-saudara di RANGKAT... hahahahaha.... jingga selalu sakit perut saat Jingga lihat kakek berusaha selami dunia jingga...

"Gue juga kangen"

itu yang kakek tulis untuk jingga.... hahahaha... jingga tahu itu wujud cinta mu... sesungguhnya bukan hanya untuk jingga tetapi untuk semua :) hanya kebetulan jingga Paling manja, paling bandel pula... kakek jadi terkesan hanya untuk jingga.



Kakek... kakek ingat.. saat jingga di rumah kakek... jingga mendekat ke meja kopi... saat itu malam mulai tersenyum dengan sang bulan. Jingga ingin Kopi hangat. Dengan sayangmu kakek sentuh pundak Jingga... kemudian tangan tuamu... ulurkan sebungkus kopi yang buat jingga aneh... Kopi dengan campuran rumput laut,


 
"Jingga, minum yang ini saja, biar jingga ga sakit"

Kakek... terima kasih... disana jingga mulai tahu.. jingga istimewa untuk kakek... Kakek... jingga ingat saat api unggun di rumah kakek... begitu tulusnya kakek peluk jingga... kakek katakan ke jingga: "Jingga, malam ini saya senang, rumah ini jadi ramai. nanti kalau jingga pulang semua kembali sepi, saya pasti kangen.. " "Yang benar nich.. Pak Astoko bisa kangen jingga??" "Kangen! kalau jingga saya lihat sudah ada yang dikangenin (mata kakek saat itu ke arah pemuda Rangkat duduk) beri kabar kepada saya bila hari bahagia itu tiba" ahahahaha... tahu kah Kakek... saat itu jingga terharu dengan tulus kasih sayang kakek...  

Kedekatan kita bermula di meja kopi... ya.. ya... dimeja kopi ada peluk hangat pertama yang kakek berikan untuk jingga..

sayang saat itu jingga masih menyebutmu "Bapak" baru setelah jingga kembali ke rumah... Kakek tulis "Dimana Jingga?? Kakek kangen Jingga...." harusnya sudah sejak di Ganjuran jingga menyebutmu Kakek... tapi tak apa suatu saat jingga pasti punya kesempatan memelukmu dan katakan padamu jingga sayang kakek.

Kakek... Cinta yang kau ajarkan adalah cinta yang sederhana... cinta tanpa tuntutan kata terima kasih Cinta tanpa Pamrih.... kakek tak pernah tuntut setiap lelah yang sudah kakek rasakan saat kami semua tinggal ditempat kakek :) Saat Kakek tak bisa ikut ke cipanas... kakek Japri jingga... Kakek ungkapkan penyesalan kakek tidak bisa hadir. Kakek... kakek ajar jingga arti berbagi dan memberi dengan tulus... Maaf, Jingga sering bandel... jingga bukan cucu yang baik... tapi disudut hati jingga.. Jingga sayang kakek :) bukan hanya jingga... tapi semua... ya ya... semua sayang kakek :) Haaaaaiii..... Kakek Astoko itu kakek Jingga!! :)


 
Peluk hangat untuk Kakek dan Nenek di rumah ;
Jingga

1320653601448867442

Monday, October 31, 2011

Pelacur Jalang!



ooooooo... jalang

mari... setubuhi aku

berapa lama kau mau??? ?

semalam dalam dekapku?! akan kusambut dengan desah dan gelinjangku

buang saja hasratmu jalang!!

lepas saja lenguh rontamu

mengigillah diatas tubuhku

biarkan lendirmu penuhi ragaku

tuntas! puas!

hahaha.. aku.. aku memang pelacur

tempat lendir anyir kau buang dalam kubangku!

sekarang kau cerca aku pendosa liar

bahkan... aku layak kau lempar bak anjing kudis pinggir jalan

baru semalam kau jelajahi kelangkangku, sekarang kau teriakkan aku sampah!!

Untuk sepotong cinta




Tak tahu harus kutulis tentang apa, sudah lama jari ini tak bermain kata, sudah lama rasa ini terlalu sibuk dengan sebuah ego, tak mampu lagi berbagi. Raga ini masih lemah kantung-kantung darah itu baru saja menjadi santap siangku. Tapi nurani ini ingatkan sebuah senyum, aah... bukan hanya sebuah.. tapi banyak senyum, senyum yang setiap pagi aku lihat saat tubuh ini baru saja menggeliat bersama kantung-kantung embun pagi, seperti pasar pagi.. dengan riuh aktivitas. Sudah genap 1 tahun usia RANGKAT. Pertanyaan dalam hatiku.. seberapa besar rasa syukur itu punya tempat dihatiku.. atas semua nikmat ini,

Aku Jingga, berawal dari gadis angkuh yang tak mengenal kata PEDULI, tak kenal kata BERBAGI, buta dengan RAGAM WARNA, yang mampu aku cerna adalah aku dan dunia kecilku. mereka yang tak sewarna denganku jahat dan bisa sewaktu-waktu mengulitiku. Aku seorang Jingga yang terlalu angkuh untuk duduk mendengar keluh.

RANGKAT yang mengajar ku memahami sebuah kehangatan, disini aku mampu berbagi pelukan, melihat senyum-senyum tulus, melihat tiap titik air mata, merasakan genangan kemarahan, mengecap arti kata lelah dari sebuah perjalanan, hahaha.... disini juga awal aku rasakan apa artinya jatuh cinta, riak-riak rindu yang selalu bermain tiap detik, getar-getar rasa saat ku baca barisan aksaranya, arti kata gelisah menanti sebuah jawab, dan kata Patah saat sadar dia tak pernah berada dititik yang sama denganku, "Menanti hingga menyerah" kalimat yang selalu aku gunakan untuk bercanda, disini baru aku tahu makna kata itu..

haiii.... sekseeeehhh....


hai seeekseeehh....

bodoh aja jika mataku tak melirik....

gayamu menarik bikin makin asik...

senyummu manis gulali....

ahaaaaaayyy..... wajah garang hanya didepan terpampang

hatimu lembut penuh sayang..... namun Tak Melambai!!

siapa tak tertantang jadi seorang yang kau sayang???

hahahahahhaaha.... abang sayang... mari kita berdendang biar saja Bunda nikmati senja terbentang..

abang disini berbagi sayang... hanya untuk jingga seorang...

ahhhaaayyy... bunda Selsa.. bunda RT tersayang... maaf... selingkuhi abang yang bunda sayang...


Sunday, October 30, 2011

Mas Hans!! Jingga kangeen... sangat!!

1319798955758531841

sayang....

Tahu kah kau... kau telah melukai ku terlalu dalam...

Bukan... ini bukan bentuk salah mu, kau pemuda gagah dengan ratusan bintang di harimu...

aku terlalu sederhana dalam gemerlap hidupmu...

kasutku titian hati dari sebuah pengabdian...

langkahku... hanya langkah-langkah kecil yang masih belajar iringi derap gagahmu, aku sering jatuh, lutut dan tanganku terluka berdarah...

namun inilah aku... aku akan tersenyum melihat semua luka dan darah anyir menusuk hidung...

hanya tersenyum... tanpa satu kata sesal! Tanpa satu kata sesal! biarkan luka ini... asal ijin iringi langkahmu tak pernah kau rampas dari hariku...

haaii... terkadang ada bara kemarahan kau simpan di mata elangmu...

aku gemetar takut dipojok pintu...

bara itu hanya akan padam saat ratusan balok-balok es bekukan hati mu...

aku... aku mengigil dingin dalam bekumu...

Jalang





Rasanya dada ini masih sesak. Kisah cintaku terlalu kelam untuk diingat. Tak mampu aku menepis semua bayang-bayang luka yang tertoreh. Padahal, seluruh jaringan di otakku sudah tak mampu menahan golakan kisah yang membuatku mual. Aku sudah ratusan kali berjalan dengan kaki yang pasrah, melentur mengikuti kemana arah angin, tak menolak tak menghindar tapi tetap saja aku terseok dan patah. Seperti ada lilitan tali besar di leherku, sungguh mencekik tak mampu mendesah.

Namaku Lintang Arum, aku perempuan 45 tahun. Aku punya cerita usang yang terjadi 2 tahun yang lalu. Tapi kisah itu benar-benar menghancurkan duniaku. Cinta… sekali lagi cinta yang menghancurkanku. Cinta di usia senja membuatku terlena dan lupa segalanya. Kekasihku masih sangat muda, dia baru berusia 25 tahun. Laki-laki gagah dengan kulit coklat terbakar matahari. Sikapnya yang selalu berusaha melindungiku membuatku nyaman bersembunyi di balik punggungnya, apa yang aku butuhkan dari sosok laki-laki dewasa semua ada pada jiwa mudanya. “Abi…” panggilan mesraku untuknya.

Abi… aku tak tahu harus bersyukur pernah mengecap cintanya atau harus mengutuknya. Aku tak pernah berpikir untuk mengenalnya. Kami berkenalan saat aku ada di titik kering. Mengapa ku sebut titik kering?? Karena lelakiku tak pernah mengerti sisi perempuanku. Yang dia tahu hanya EGO untuk ikuti semua yang dia mau, hanya EGO untuk jalani semua peraturan dan pintanya, saat aku butuhkan peluk sayangnya dia hanya laki-laki batu yang katakan tak ada waktu untukku bermanja. Saat keluhku sampai diujung lidah, dia hanya jawab tak pernah mau ikut campur dengan duniaku. Lelah yang teramat sangat itu yang membuatku goyah. Salahkah aku dengan semua perselingkuhanku?? Aahhhh…. Dimata semua orang pasti aku perempuan kotor yang tak mengerti kata kesetiaan, mengertikah mereka gersangnya jiwaku?? Mengertikah mereka bagaimana kosongnya batinku?? Aku hanya rindukan dada bidang untukku bersandar, Aku hanya butuhkan punggung tempatku bersembunyi saat dunia begitu menakutkan bagiku.

Monday, August 15, 2011

Ruang Hampa

13133040001583965497

Sayang…

Aku tidak bisa melupakan bagaimana awal kita berjumpa, aku melihatmu duduk dalam gazebo dihalaman rumah megah dengan gaun panjang berenda berwarna tosca. Ya.. ya.. aku pecinta tosca saat aku melihat kulit putihmu terbungkus warna tosca aku tertegun menikmati indahmu. Kau tahu saat mataku tak beranjak memandangmu, kau hanya membalas dengan senyum tipis. entah mengapa atau rasaku yang salah mengeja arti senyummu, yang aku rasa senyummu begitu dingin, sorot matamu beku. seperti melihat bohkahan es batu yang sulit mencair.

Arun Kurnia nama yang sedikit asing untuk telingaku. Arun berarti Pagi ceritamu saat itu. Karunia Pagi… hmmm… cocok sekali dengan semua keindahan yang kau miliki. Kau perempuan dengan tubuh sintal, berkulit putih dengan rambut panjang yang selalu rapi tergerai. Apa lagi yang kau cari dalam hidupmu?? Semua SEMPURNA tak ada yang kurang, rumah megah dengan gazebo dan taman bunga yang menawan di tepi danau Rangkat yang teduh. Aahhh… hanya orang aneh yang tak menginginkan hidup seperti hidupmu, Perempuan cantik dalam istana. Sejak perkenalan itu tiap senja mulai beranjak meninggalkan langit, itu saat janji jumpa kita di gazebo milikmu

Wednesday, July 27, 2011

Papi-Mommy, Ijinkan aku masturbasi malam ini



Ah... dinding ini sepi dan beku. Aku tak suka.  Aku ingin menari diantara juntai-juntai warna jingga. Bukan putih, beku dan dingin. Mommy dimana tempatku bermain dulu?? Dimana tempatku menari dimasa kecilku?? Kain jarik batik warna coklat yang kau pakai untuk menggendongku, aah... dimana sekarang? Aku rindu, rindu dengan semua masa kanak-kanakku. Dalam hangatnya gendonganmu. Rindu saat aku sibuk menyusu di dadamu. Puting susumu menjadi kran pelepas cintamu. Hangat sekali mom...

Terakhir Bersama Desahmu


Aku ingin kau mainkan musik malammu
Dalam tarian liar dengan irama desah dan rintihan
Aku ingin kau mendekat
Gapai aku dengan lenganmu
Ijinkan aku memelukmu erat , lekat ke tubuhku
Biarkan kunikmati desahmu dalam dekapku
Gelinjangmu terbungkus dalam pacuan siksa haus akan basah nikmatku

Kau tau, aku tak pernah membiarkanmu lepas dari belitan hariku
Kau tau, aku selalu bermimpi kau menciumku hangat
Sampai kita bersama meleleh dalam api liar cinta
Dalam pagutan malam
Berlomba dalam desah basah mencapai titik gerak terliar

ORASI bukan ONANI



Aku Cuma pelacur !!
Yang kubawa hanya geliat tubuh
Yang kutawarkan hanya desah basah tuk hantar lolongan nikmat laki-laki pemburu syahwat!
Aku merangkak dari satu tubuh bugil ke tubuh bugil lain!
Sari rupaku hanya berbalut ribuan kecup! Kecup birahi tanpa hati! MATI!!
Hatiku tawar saat kulepas aurat demi sebuah syahwat
Lenguhan nikmat laki-laki diatas auratku nyanyian dalam tiap malamku..


Do You Really Love me??


1302748769270071162
Buat lelaki ku,
kau yang selalu tinggal di sudut hatiku
hanya diam disudut tanpa suara, tanpa desah

Anda Gandrung Drakor? Orang Korea Itu Jatuh Cinta pada Negeriku!

  Hai pembaca, jumpa lagi dengan Nyai Sampur. Saat ini saya sedang tidak ingin bercerita hal mistis. Kita berbincang santai sambil ngopi, yu...