Wednesday, July 27, 2011

Karena Kau Perempuan

13032146571423673516 

aku hanya tetesan air... itu pikirmu.. tetesan air saat kau basuh tubuhmu dengan busa-busa sabun tetes... hanya tetesan... aku tak pantas untuk terlalu sombong saat aku melewati ujung-ujung kepalamu.. itu katamu...
aku hanya tetesan air.. itu rasamu... tak banyak... hanya tetesan kecil saat kau bawa aku ke laut ah... laut akan menelanku 


aku hanya tetesan air... ucapmu.. tak ada artinya saat kau haus... mampukah ku sapu dahagamu? aku tak layak untuk kau sebut minum 

tahu kah kau sayang... saat perahu kehidupan mu berlayar dengan gagahnya aku berada di bawah perahumu... aku tetesan air yang mampu menjadi ombak demi lengkung senyummu 


saat hatimu seperti adenium yg kering aku basahi setiap ujung kelopakmu meski harus dengan air mataku
saat kau lelah dengan duniamu... aku tetesan kecil yg merambat halus dikisi-kisi saraf lidahmu lembut.... aku terus tarikan aliranku sampai ke jantungmu.. 


mampukah kau lihat megahnya samudra tanpa ada tetesan air??
aku.. kau sebut PEREMPUAN lemah??? tapi sesungguhnya akulah napasmu.... 


13033188061006393519


wahai Perempuan...

 
engkau lebih dari setiap tetes keringat dengan panjang waktuku lalui hari...

engkau tetes embun dengan cahaya segala warsa... engkau mahligai yg sanggup menafikan semua duniawi... engkau sesak yg ingin kuberikan nafas

 
hidupku hanya rindukan gemericik tawamu dalam kesementaraan ini... diri menjulang buat apa jika tidak untuk teduh membelai bulir embun... haruskah aku merindukan samudra sementara yg kubutuh hanya riak riak disenyummu 


tak perlu kau sesali dirimu sebagai lembah kehidupan... tak perlu kau khawatir atas lemah yg melunakkan ego lelakiku... tak perlu menyesal menjadi kecil yg sanggup menentukan aku seperti apa... 


begitu emansipasimu menjadi lebih dari yg kau fikir... karena engkau lebih indah dari persamaan hak... karena mahligai keindahan adalah hakmu... karena itulah engkau perempuan...
ya....... karena engkau perempuanku...

 
Salam Cinta : Lala & Jingga


No comments:

Post a Comment

Anda Gandrung Drakor? Orang Korea Itu Jatuh Cinta pada Negeriku!

  Hai pembaca, jumpa lagi dengan Nyai Sampur. Saat ini saya sedang tidak ingin bercerita hal mistis. Kita berbincang santai sambil ngopi, yu...